Kopiku Kelat

Bila tak semua pekat itu kelat
Maka biarlah satu gelap kini kukecap
Menyengat semangat walau tengah lelap...
Dengan setiap sedap hirup nikmat
Sungguh indah malam pelipur penat
Satu mata kembali berat, maka kembali kukecap kelat...
Sedetik Lalu

Jika Tuhan cipta semesta semalam saja
Tentu mudah membalikkan hati seorang hamba
Tak perlulah barang semenit juga
Detik ini pun kau bisa ikut menggila
Apa kira hati ini padamu
Hanya sebatas terjerat pesonamu
Namun sedetik lalu aku tercekat
Kini hatiku padamu erat
Tolong jangan salahkan seorang jua
Karena ini takdir semata
Yang hamba tak sanggup kuasa
Jamput!!
Oh adinda senyum yahut
Seminggu lalu aku kemelut
Tak sengaja kupandang wajahmu elok tak berkerut
Kau urai hati yang semula kusut
Duhai adinda senyum yahut penunda maut
Alangkah indahnya harapku kau sambut
Menjalin asa cinta terajut
Nikmat serupa kopi kuseruput
Wahai adinda senyum maut
Nyata tak sudi cintaku kau sahut
Meski saldoku pasang surut
Ah... kini senyummu tak lagi yahut
Getir pahit layaknya serabut
Sedap kukira teriak Jamput!!
2 comment:
bagus chak, ini karangan kau semua kah?
iyaa, coba2 sih...
alhamdulilla dibilang bagus... padahal nilai bahasa indonesia cuma B.. ahaha
Post a Comment